Rabu, 01 Oktober 2025

Narkoba

 Bahaya Narkoba Untuk Kesehatan Jantung


\

Pengertian Narkoba.

Narkoba adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif lainnya. Narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah fungsi otak dan sistem saraf, menyebabkan perubahan pada persepsi, suasana hati, kesadaran, kognisi, dan perilaku, serta memiliki potensi menyebabkan kecanduan karena efek penguatnya. 

Menurut Sistem Informasi Narkoba (SIN), jumlah kasus penggunaan narkoba yang berhasil diungkap pada tahun 2012-2016 setiap tahunnya sebesar 76,53%. Sedangkan pada tahun 2020 berdasarkan data BNN tindak pidana narkoba di Indonesia mencapai 40.756 kasus.

Narkoba bagi kesehatan jantung.

Ada berbagai jenis narkoba yang memperburuk organ tubuh, seperti gangguan irama dan serangan jantung. Bahkan narkoba jenis suntik dapat melakukan penyempitan pembuluh vena, infeksi bakteri di peredaran darah dan juga katup jantung.

Narkoba jenis Psikotimulan

Narkoba jenis psikotimulan contohnya seperti kokain dan amfetamin dapat memberikan stimulasi pada sistem saraf simpatik yang dapat mengatur pengeluaran adrenalin dan respons “fight or flight” (naluri tubuh untuk menghadapi ancaman atau melarikan diri).

Narkoba jenis ini dapat memberikan efek peningkatan frekuensi denyut jantung (takikardia), irama jantung tidak teratur (aritmia), penyempitan pembuluh darah, dan peningkatan tekanan darah (hipertensi). Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan aliran darah ke otot jantung yang dapat berujung serangan jantung.

Selain itu, penggunaan jangka panjang narkoba jenis psikostimulan dapat menyebabkan ketegangan pada otot jantung. Kondisi ini dapat berakhir pada gangguan suplai oksigen ke organ jantung. Pada akhirnya, jantung tidak dapat menyuplai darah yang kaya nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh. 

Narkoba jenis opioid

Penggunaan narkoba jenis opioid, seperti heroin dan kodein, akan memberikan efek penurunan kerja sistem saraf simpatis dan peningkatan kerja sistem saraf parasimpatis. Sistem saraf parasimpatis mengatur rest and digest (proses istirahat dan mencerna) berbagai organ tubuh. 
Pada jantung dapat menimbulkan penurunan tekanan darah secara abnormal (hipotensi), menurunnya frekuensi denyut jantung (bradikardia), dan aritmia. Jika kondisi tersebut terjadi terus-menerus, tentu dapat memaksakan fungsi kerja jantung menjadi tidak sesuai kemampuannya.

Narkoba jenis ganja

Penggunaan narkoba jenis ganja dapat menimbulkan efek yang beragam pada jantung – tergantung dari jumlah yang digunakan. Efek yang ditimbulkan adalah dapat meningkatkan tekanan darah dan frekuensi jantung pada dosis rendah atau sedang. Pada dosis yang tinggi ganja dapat merangsang kerja sistem saraf parasimpatis yang berujung pada penurunan tekanan darah dan frekuensi denyut jantung. Pada pengguna ganja, didapatkan pula kasus penyakit jantung koroner yang sebenarnya berhubungan pula dengan gangguan suplai oksigen ke jaringan otot jantung.

Pada kasus yang jarang, ganja dapat mencetuskan serangan jantung, terutama 1 jam setelah dikonsumsi.
Penyalahgunaan narkoba terbukti memberikan efek buruk bagi kesehatan jantung. Di samping itu, narkoba dapat menyebabkan perubahan perilaku pada penggunanya yang cenderung bersifat kriminal. Mungkin narkoba dapat menimbulkan perasaan senang, tapi sebenarnya ketika Anda menggunakan obat-obatan terlarang tersebut, berbagai organ tubuh Anda sedang “menangis” karena efek destruktif yang ditimbulkan.

Sumber : https://www.klikdokter.com/info-sehat/jantung/dampak-narkoba-untuk-kesehatan-jantung?srsltid=AfmBOopkiocMzcvVsNq2b33xMw8C2P4RMTVP7AzM_yDL_yhqU8MceaA5

Nama : Keyla Khadijah Bachmis
Absen : 15
Kelas : 9.1
"ingat keluargamu peduli denganmu"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengalaman Bersekolah di MTSn 15 Jakarta

Pada tahun 2023 saya lulus dari SD, saya awalnya bingung ingin masuk ke sekolah apa, akhirnya orangtua saya memasukan saya ke MTsN 15 Jakart...